Inkulturasi Budaya Tionghoa dalam gereja : Misa Imlek

Barangkali ini sudah ketiga kalinya Gereja St. Franciscus Xaverius Kidul Loji melaksanakan Misa Imlek. Tahun ini jatuh pada hari Sabtu 5 Februari 2011 dimulai jam 17.30 WIB tepat. Perayaan Ekaristi Konslebran dipersembahkan oleh tiga romo sekaligus, yaitu Rm Julius Blasius Fitri Gutanto, Pr, Rm Antonius Banu Kurnianto Pr, dan Rm Vincentius Suparman Pr. Sehabis Misa Imlek ada pesta kembul dahar seluruh umat di ruang aula paroki diiringi orgen tunggal lagu-lagu Mandarin, pembagian amplop angpao untuk anak-anak di dalam gereja dan di depan gereja digelar Barongsai. Rasanya lengkap sudah nuansa Tiongkok di dalam gereja.  Sebelum misa diawali dengan tarian Mandarin dari anak-anak perempuan yang berdandan nonik-nonik cilik, ketiga Romo menggunakan jubah merah bertuliskan huruf China dipunggungnya, hiasan gereja marak dengan pernak-pernik imlek seperti lampion merah, bunga merah, kain merah yang menutupi vas bunga, banyak lagu-lagu yang bergaya Mandarin bahkan dengan bahasa Mandarin juga. Pendeknya hikmat, syukur, meriah dan Gong Xi Fat Choi... dadio makmur, banyak berkah dan murah rejekinya.

Hanya karena belum terbiasa saja, kelihatan lucu bila melihat anaknya orang jawa yang berkulit sawo matang menggunakan gaun bercorak Tionghoa. Nonik nonik kog berkulit sawo matang ...hehehe...

Asal usul perayaan Tahun baru Imlek terlalu tua untuk dikaji. Meski begitu pendapat umum mengatakan bahwa bahasa "Nian" atau yang dimaksud "Tahun" dalam bahasa Melayu, adalah nama untuk raksasa yang sering mencari mangsa pada malam sebelum tahun baru bermula.

Menurut legenda, Nian mempunyai mulut yang sangat besar, dan mampu menelan ramai-ramai manusia dengan satu caplokan. Manusia pada waktu itu sangat takut pada raksasa Nian ini. Pada suatu hari, kebun buluh yang berdekatan dengan kampung orang-orang Tionghoa ini terbakar. Nah,buluh-buluh yang terbakar itu mengeluarkan letusan yang sangat keras seperti mercon. Ini menakutkan raksasa Nian lalu ia tidak berani untuk pergi berdekatan dengan kampung itu. Orang-orang tua juga telah berpesan agar orang-orang kampung menggantungkan kertas berwarna merah dipintu-pintu dan ditingkap-tingkap rumah mereka pada setiap waktu menjelangnya tahun baru karena dikawatirkan Nian akan mengganas lagi. Warna merah sangat ditakuti oleh Nian dan mampu menghalau raksasa itu.  

Begitulah legenda yang dipercayai oleh masyarakat Tionghoa. Amalan bermain mercon dan menggantung kain merah masih diteruskan hingga kini, walaupun ada di antara muda-mudi masyarakat Tionghoa tidak tahu tujuan sebenarnya amalan tersebut.  Mereka beranggapan bahwa amalan tersebut sebatas untuk menceriakan sambut tahun baru.

Angpau
Antara sebab mengapa Tahun Baru Imlek dinanti-nantikan oleh anak-anak (termasuk motivasi anakku dalam mengikuti misa imlek) ialah pemberian 'angpao' atau sampul merah yang berisi duit. Bagi yang belum kawin, mereka layak untuk menerimanya. Pemberian uang atau angpau ini adalah untuk mengucapkan selamat bagi tahun tersebut dan berharap memperoleh kekayaan dan nasih baik untuk tahun tersebut. Uang tersebut juga boleh digunakan untuk membayar hutang yang tertunggak.

Mercon dan Barongsai 
Mercon dan tarian singa (Barongsai) amat sinonim dengan sambutan perayaan Tahun Baru Imlek.Mercon disulut untuk menghalau makhluk jahat yang sering mengganggu ketentraman manusia.Namun begitu dari satu tahun ke tahunyang lain, mercon sering dimainkan untuk menandakan musim perayaan yang akan tiba. 

Tarian singa adalah persembahan tarian yang penuh dengan kesenian dan menjadi simbol yang menakjubkan bagi masyarakat Tionghoa. Biasanya Barongsai dimainkan oleh dua orang dan memakan waktu yang lama untuk berlatih sebelum seorang itu benar-benar mahir.

Pantang larang dan perlakuan ketika sambut Tahun Baru Imlek

Pembersihan Rumah
Seluruh kawasan rumah mesti dicuci sebelum tibanya tahun baru. Pada malam tahun baru, semua penyapu, mengepel dan semua alat mencuci disimpan di tempat yang selamat. Menyapu dan mengepel tidak patut dilakukan pada hari tahun baru,karena mengikuti kepercayaan masyarakat Imlek, nasib baik akan disapu bersama sampah-sampah tersebut. Selepas tahun baru,lantai rumah akan disapu, bermula dari pintu ke tengah rumah dan diletakkan di penjuru. Sampah-sampah yang disapu itu tidak akan dibuang sampai hari ke lima perayaan.


Ambil yang jernih, buang yang keruh
Menyulut mercon pada tahun baru imlek adalah salah satu cara untuk mengucapkan selamat tinggal kepada tahun yang akan ditinggalkan, dan menceriakan ketibaan tahun baru. Pada satu ketika ditengah malam tahun baru, semua pintu dan tingkap mesti dibuka untuk membenarkan tahun yang lama pergi.

Aktivitas di Tahun Baru
Semua hutang sepatutnya telah dibayar pada ketika ini. Semua orang perlu menjaga perlakuan masing-masing pada ketika ini. Dilarang sama sekali menggunakan perkataan-perkataan kotor yang membawa maksud sial dan tidak baik. Merujuk kepada tahun yang lepaspun dilarang pada tahun baru karena karena segala-galanya mestilah maju ke depandan tidak boleh memandang ke belakang lagi. Dilarang sama sekali menangis pada tahun baru, karena dikawatirkan orang tersebut akan menangis sepanjang tahun tersebut. 

Kebersihan dan penampilan diri
Pada hari tahun baru, dilarang sama sekali mencuci rambut, karena perlakuan ini akan mengakibatkan orang tersebut membasuh pergi segala nasib baik untuk tahun baru itu. Pakaian merah digalakkan untuk dipakai. Merah dianggap warna cerah dan terang, yang memungkinkan pemakainya memperoleh masa depan yang terang.Dipercayai bahwa, cara pemakaian pada tahun baru menentukan nasib seseorang itu pada tahun tersebut. Kanak-kanak, saudara dekat dan orang yang belum kawin diberi angpau untuk masa depan yang cerah.

Kalender Lunar Imlek
Kalender lunar imlek merupakan kalender yang tertua di dunia, digunakan sejak 2600 sebelum masehi.Penggunaan kalender ini diperkenankan oleh Maharaja Huang Ti. Seperti kalender barat,kalender lunar imlek juga berdasarkan pergantian tahunan yang mana permulaan tahun dimulai berdasarkan pergantian bulan. Oleh sebab itu, permulaan tahun bagi kalender lunar imlek jatuh disekitar bulan Januari dan Februari.


Satu putaran lengkap bulan mengelilingi bumi memakan masa selama 60 tahun dan terdiri dari pada 5 putaran yang setiap satunya memakan masa 12 tahun.Kalender lunar imlek menamakan setiap tahun berdasarkan 12 binatang.


Masyarakat Tionghoa percaya bahwa setiap manusia yang lahir mempunyai pengaruh terhadap personaliti dan sikap berdasarkan binatang yang dinamakan pada tahun manusia tersebut dilahirkan.


Tikus
1924  1936  1948  1960  1972  1984  1996  2008
Lembu
1925  1937  1949  1961  1973  1985  1997  2009
Harimau
1926  1938  1950  1962  1974  1986  1998  2010
Arnab
1927  1939  1951  1963  1975  1987  1999  2011
Naga
1928  1940  1952  1964  1976  1988  2000  2012
Ular
1929  1941  1953  1965  1977  1989  2001  2013
Kuda
1930  1942  1954  1966  1978  1990  2002  2014
Kambing
1931  1943  1955  1967  1979  1991  2003  2015
Monyet
1932  1944  1956  1968  1980  1992  2004  2016
Ayam
1933  1945  1957  1969  1981  1993  2005  2017
Anjing
1934  1946  1958  1970  1982  1994  2006  2018
Babi
1935  1947  1959  1971  1983  1995  2007  2019  


Hiasan Tahun Baru Imlek
Sebelum sambutan tahun baru imlek, keluarga Tionghoa akan menghias rumah dengan pasu-pasu berisi bunga yang sedang mekar berkembang, kantong-kantong berisi jeruk,dan juga kantong berisi 8 jenis buah kering manis. Di dinding dan pintu pula akan digantung dengan hiasan indah seperti puisi dan ucapan tahun baru yang dilukis di atas kertas merah.

Jeruk
Kebiasaanya bagi orang Tionghoa, mereka akan membawa satu tas yang berisi jeruk dan angpau yang akan diberikan apabila melawat kawan dan keluarga sepanjang dua minggu sambutan tahun baru imlek. Mengikuti kepercayaan orang Tionghoa,jeruk yang masih mempunyai daun terlekat padanya membawa maksud hubungan seseorang dengan yang lain akan terjalin erat. Manakala bagi yang baru kawin pula,ini melambangkan hubungan perkawinan yang terjalin akan mekar sehingga mendapat anak yang ramai. Jeruk adalah lambang kepada kegembiraan bagi masyarakat orang Tionghoa.

Kantong Manisan
Kantong manisan ada yang berbentuk bulat atau segi mempunyai pelbagai jenis manisan agar tahun baru imlek dimuliakan dengan penuh "kemanisan". Setiap manisan dalam kantong melambangkan tuah yang tersendiri :
  • manisan tembikai - melambangkan pertumbuhan dan kesehatan yang baik.
  • kuaci - melambangkan kegembiraan, kebenaran dan kejujuran
  • butir leci - melambangkan ikatan kekeluargaan yang erat
  • kumkuat (sejenis jeruk) - kekayaan
  • manisan kelapa - keakraban
  • kacang tanah - kehidupan berkekalan
  • longan - melambangkan seseorang akan memperoleh banyak anak lelaki yang baik
  • buah teratai- banyak anak.
(Sumber : Panduan Misa Imlek Gereja St Franciscus Kidul Loji, 2011)


Komentar

Artikel Populer

Karet Gelang Panci Fissler Rusak

Cooking Class Hakasima di Rm Cobra Yogya (Product)

Panci Presto Fissler Berganti Menjadi Sizzling