Merapi Njebluk Lagi

Wedhus gembel indah bergulung-gulung
Eduan tenan, tadi sekitar jam 10.05 Merapi kumat lagi dan semakin mengerikan, nggegirisi semenjak ditinggal Mbah Maridjan... Selama setengah jam lebih luncuran awan panas bergulung-gulung tiada henti ke arah Timur dan Tenggara, yaitu lewat kali Gendhol menuju ke Klaten. Radius 10 km dari puncak Merapi benar-benar dibuatnya panik, mulai dari Kaliurang, Cangkringan, Klaten dan Muntilan.

Banyak informasi yang simpang siur, tetapi percaya sajalah pada teknologi kegunung-apian dan tidak usah percaya segala macam wangsit dan wisik. Pokoknya radius 10 km dari puncak Merapi, AMAN. Kita yang di Yogya saja masih tenang-tenang saja, ngapain anda takut? Waspada sajalah, artinya sang wedhus gembel arahnya tergantung dari angin yang berhembus, namun saat ini material panas masih mengarah ke timur, yaitu kali Gendhol.

Energi Merapi memang luar biasa besar dan kalau sudah begini manusia baru sadar bahwa ada tenaga maha besar yang ada dibelakang ini yaitu Tuhan yang Maha Besar. Iseng-iseng saya hitung berdasarkan informasi seorang teman  yang tinggal di Km 11 Jl Kaliurang hari Minggu kemarin bersih-bersih debu vulkanik yang jatuh dirumahnya (200 m2) memperoleh 20 ember plastik kira-kira beratnya 5 kg/ember. Tempat itu jaraknya sekitar 15 km dari puncak Merapi. Nah kalau kita hitung secara empiris luas daerah dgn radius 15 km terus dibagi 200 m2 dikali dengan 5 kg, hasilnya 4.414.625 Kg (4.414 ton). Nah, hitung sendiri berapa besarnya daya dorong Merapi untuk melontarkan 4.414 ton pasir ke udara sejauh 3 km, weleh...weleh......Tuhan Maha Besar.....


Komentar

Artikel Populer

Karet Gelang Panci Fissler Rusak

Cooking Class Hakasima di Rm Cobra Yogya (Product)

Panci Presto Fissler Berganti Menjadi Sizzling